Pencarian

Memuat...

Senin, 02 Juli 2012

Bahasa Indonesia : PARAGRAF NARATIF DAN DESKRIPTIF




PARAGRAF NARATIF DAN DESKRIPTIF

I.           PARAGRAF NARATIF
Paragraph naratif adalah paragraph yang isinya mengisahkan suatu peristiwa atau kejadian sehingga pembaca seakan akan melihat dan mengalami kejadian itu sendiri. Berupa perbuatan yang memiliki hubungan kausalitas dan terikat oleh kesatuan ruang dan waktu.

Paragraph naratif terbagi 2, yaitu
·       Paragraph naratif ekxspotoris
Yaitu paragraph naratif yang mempunyai banyak informatif
·       Paragraph naratif sugestif
Yaitu paragraph naratif yang mempunyai daya khayal yang tinggi

Contoh paragraph naratif ekspotoris
Insyinyur Jantung Bagi Pengalaman
Ir. Iman Soeharto, penderita penyakit jantung koroner (PJK), tak ingin menyimpan pengalaman sendirian. Lewat buku berbahasa Indonesia yang sangat informative, ia bangkitkan semangat peduli kesehatan jantung.
Musibah itu datang saat ia jalan-jalan sore di Singapura, Januari 1997. tiba-tiba jantungnya berdebar kencang, diiringi keringat dingin dan sesak napas. Ada rasa cemas yang aneh bercampur gagap. Iman tak pernah merasakan hal ini sebelumnya. Akan tetpi, setelah 20 menit segalanya mereda.
Esok harinya. Iman pergi ke rumah sakit Mount Elizabeth, Singpura. setelah, wawan cara tentang sejarah keluarga, ia menempuh pemeriksaan ekokardiografi mengalami angina pectoris, rasa sakit akibat jantung kurang oksigen. Tapi bukan serangan jantung.”
Hari berikutnya, iman menjalani karakterisasi. Melalui layar monitor, alumnus fakultas teknik kimia, Universitas Gajah Mada. Tahun 1962 ini dapat melihat perjalanan cairan berwarna yang dialirkan melalui karakter yang dimasukan lewat irisan di pangkal paha. Cairan tersebut menyusuri pembuluh arteri, menuju jantung.
Menjelang tengah hari, dokter menyampaikan hasil analisisnya. Ternyata terdapat banyak penyumbatan diarteri koroner sehingga perlu dilakukan operasi pintas koroner. Iman kaget, terbayang betapa mengerikan operasi by pass itu. Namun setengah jam kemudian, dokter kembali, kali ini dokter menyampaikan bahwa esok hari akan dicoba operasi balon esok harinya.
Selesai di balom, pulang ke Jakarta, tubuh Iman tak kunjung nyaman. Ia masih berdebar debar dan nafsu makannya juga menurun. Ketika kembali ke RS Mount Elizabet pada Juni 1997. ia kembali menjalani Treadmill-test. Hasilnya, karakterisasi pertama. Selain itu balonisasi juga diulang karena di tempat itu terjadi penyempitan lagi. Sten (semacam gorong gorong) pun dipasang untuk mencegah penyempitan ulang.
Celaka sten melejit, bergerak menabrak penyempitan lain, menghambat aliran darah di situ.”Alhamdulillah sten bisa diambil,tak jadi dipasang. Hampir saja merenggut nyawa saya,”suara iman bergetar.


II.       PARAGRAF DESKRIPTIF
Paragraph deskriptif adalah gambaran atau lukisan suatu secara mendetail untuk menciptakan gambaran yang konkret. Pembaca seolah-olah melihat dan merasakan sendiri objek.

Paragraph deskriptif terbagi 2 yaitu :
§  Deskriptif Spesial : yang menentukan ruang atau tempat berlangsungnya suatu peristiwa
§  Deskriptif Objektif : Penggambaran seseorang apa adanya. Dengan mengungkapkan identitasnya secara apa adanya. Sehingga pembaca dapat embayangkan apa-adanya.

Penulisan paragraf Deskriptif
1.   Menetukan tema atau topik tulisan dengan menetapkan objek yang akan ditulis
2.   Menetukan ruang lingkup
3.   Melakukan observasi secara cermat dan tuntas
4.   membuat asosiasi analog atau komposisi dengan berbagai hal untuk memperjelas gambaran dan dimensi objek.

Contoh paragraf deskriptif spesial
Sayap-Sayap Senyap
Kecantikan seorang gadis manado bernama angelina alias angel atau Enjel, yang belum bertahun-tahun kukenal itu pun melengkapi kekagumanku sekaligus kebingunganku. Dia memang cantik jelita. Kulitnya cerah, yang bila berjalan bagai mentari berkelana di jalanan pelosok bumi. Alisnya hanya seluas sisa gerhana bulan. Sinar matanya selalu menjinakkan keresahan atau kemarahan setiap orang yang bertatapan langsung dengannya. Bibir indahnya tersapu merah muda tanpa polesan buatan. Manuasia, bahkan lebih mewah dari pada hadiah raja. Hidungnya yang ramping dan ramah, segera menyapa terlebih dahulu siapa saja, pipinya halus melebihi sutera termahal, membuat siapapun tega menyentuhnya. Dagunya cembung mulus, menggantungkan pesona melelahkan. Rambutnya bak sutera hitam yang indah menjalari punggungnya. Jemarinya lentik, tak gerakannya pernah genit.
(bersumber dari buku bahasa sasra indonesia penerbit Esis)

Contoh paragraf deskriptif Objektif.
Gerobak itu kotak persegi memanjang. Dua setengah meteran panjangnya, dengan lebar tinggi  tak lebih satu meter. Ada sebuah roda kecil di masing masing sisi gerobak, dengan kayu menjulur di keempat sudutnya.
Keseluruhan sisi gerobak itu berbahan seng yang mulai berkarat, dengan tambalan seng-seng bekas reklame di banyak sisi mungkin juga diniatkan sebagai hiasan, meski kusam dan kotor. Ada gambar perempuan cantik yang mengiklankan perawatan rambut, ada seorang aktor terkemuka yang menawarkan obat pusing, ada moncong mobil yang muncul dari sisi ke sisi gerobak, solah olah menjadi petunjuk bagi gerobak itu berjalan.
Sisi belakang gerobak untuk keluar masuk,yang terbagi menjadi 2 sisi, atas bawah yang bisa berfungsi sebagai jendela ketika pintu bawah tertutup dan pintu atas di buka. Sepasang pegangan kayu yang terjulur kaku seakan menjadi pagar yang menghalangi siapapun untuk datang ke pintu itu,kecuali untuk mereka berdua sebagaimana mereka tidak punya banyak ruang di luar gerobak itu.
(dikutip dari Gunawan Budi Susilo, “Gerobak lebaran.“.)
Contoh paragraf Deskriptif karya sendiri
Mengamati dapur ketika sedang memasak.

Yang membedakan antara paragraf naratif dan deskriptif terletak pada, jika paragraf naratif lebih mengutamakan tempat dan waktu. Sedangkan paragraf deskriptif lebih melukiskan sesuatu secara nyata dan menggunakan panca indra seperti indra pendengaran, pengelihatan, penciuman, peraba, dan pengencap.

Tidak ada komentar: